PONDOK PESANTREN DARU ULUMIDDIN
Sejarah Pondok Pesantren Daru Ulumiddin (Miftahul Atfal)
Pondok
Pesantren Daru Ulumiddin berdiri pada tahun 1960 yang dipimpin oleh Kyai A.
Bibin Darudin Bin H. Safi’i (pendiri Pondok Pesantren Daru Ulumiddin), yang
bertempat di Kampung Cisaat Desa Sabandar Kecamatan Karangtengah Kabupaten
Cianjur Provinsi Jawa Barat,yang menganut kuat pada ajaran Salafi (tidak
tergusur dengan jaman moderen). Pondok Pesantren ini didirikan setelah Kyai A.
Bibin Darudin Bin H. Safi’i (pendiri Pondok Pesantren Daru Ulumiddin) menikah dengan
Umi Oneng Binti H. Abdul Aziz yaitu keponakan dari Kyai Haji A. Badru (pimpinan
Pondok Pesantren Al-Wardayani, Warudoyo Sukabumi). Kyai A. Bibin Darudin Bin H.
Safi’i (pendiri Pondok Pesantren Daru Ulumiddin) menikahi Umi Oneng Binti H.
Abdul Aziz setelah mondok di Pondok Pesantren Al-Wardayani, Warudoyo Sukabumi
karena permohonan dari dari Kyai Haji A. Badru (pimpinan Pondok Pesantren
Al-Wardayani, Warudoyo Sukabumi) “dipulung mantu”. Kyai A. Bibin Darudin Bin H.
Safi’i lahir pada hari Kamis tanggal 12 Agustus 1937 yang bertepatan pada
tanggal 05 Jumadil Akhir 1356.
Pada awal pendirian Pondok Pesantren
Daru Ulumiddin belum memiliki gedung asrma “kobong”, para santri yang tidur
dan menjalani kehidupan di masjid.Beberapa tahun kemudian atas dasar swadaya
dan psrtisipasi masyarakat dan orang tua santri maka dibangunlah asrama “kobong”
yang pada saat itu masih berdindingkan bambu.Dari waktu ke waktu santri pun
semakin banyak, kemudian bangunan asrama “kobong” pun ditambah menjadi dua
gedung.
Pada awal pendirian Pondok Pesantren
Daru Ulumiddin adalah dengan nama “Miftahul Atfal” yang artinya “Kuncinya
Anak-anak”, dengan kata lain Pondok Pesantren “Miftahul Atfal” memiliki arti
bahwa Pondok Pesantren ini untuk membuka atau memberi pendidikan maupun
pemahaman kepada anak-anak atas ilmu agama. Pemberian Pondok Pesantren ini
dengan “Miftahul Atfal” adalah bentuk dari merendanya Kyai A. Bibin Darudin Bin
H. Safi’i (pendiri Pondok Pesantren Daru Ulumiddin) atas ilmu-ilmu agama yang
dimilikinya,karena pada saat itu bukan hanya anak kecil saja yang mondok Pondok
Pesantren Daru Ulumiddin, banyak santri yang sudah menempuh ilmu agama di
tinkatan yang lebih tinggi.”Terlebih masa itu kitab-kitab yang diajarkan “diaji”
adalah kitab-kitab tebal yang membutuhkan ilmu yang cukup dalam memahami
kitab-kitab tersebut”, ujar Ustadz Yusup (salah satu mantu Kyai A. Bibin
Darudin Bin H. Safi’i) yang pernah mondok di Pondok Pesantren Daru Ulumiddin.Pada
tahun 2018 nama Pondok Pesantren “Miftahul Atfal” menjadi Pondok Pesantren Daru
Ulumiddin atas inisiatif KH. A. Abdul Majid (putra Kyai A. Bibin Darudin Bin H. Safi’i) yang
menjadi Pimpinan Pondok Pesantren Daru Ulumiddin pada saat ini. “Pemberian nama
Pondok Pesantren “Miftahul Atfal” menjadi Pondok Pesantren “Daru Ulumiddin” ini
didasari dengan rasa penghormatan kepada “Apih” (panggilan Kyai A. Bibin
Darudin Bin H. Safi’i oleh anak-anak dan cucunya) dengan mengabadikan nama
beliau (Kyai A. Bibin Darudin Bin H. Safi’i) menjadi nama Pondok Pesantren yang
didirikanya yaitu kata DARU-DIN dengan menambahkan kata ULUM ditengahnya
menjadi DADU ULUMIDDIN.Maka Pondok Pesantren “Miftahul Atfal”menjadilah Pondok Pesantren
Daru Ulumiddin sampai saat ini, mudah-mudahan para alumni dapat memaklumi dan
memahami atas penggantian nama tersebut”, begitulah ujar KH. A. Abdul Majid (Pimpinan
Pondok Pesantren Daru Ulumiddin).
Pada
saat ini Pondok Pesantren Daru Ulumiddin mengalami banyak kemajuan, baik
dibidang keilmuan maupun sarana prasarana yang dimilikinya.Para Kyai, Asatidz
yang menjadi pendidik di Pondok Pesantren Daru Ulumiddin pada saat ini yaitu KH.
A. Abdul Majid, Kyai Abdul Muhsin,Kyai Saepudin dan Kyai Abdul Hamid. Kyai-kyai
tersebut memiliki porsi-porsinya masing-masing dan memberikan banyak
pengalaman ilmu agama bagi santri yang mondok di Pondok Pesantren Daru
Ulumiddin.
“Saya
sangat terharu apabila saat Haol “Peringatan atas meninggalnya Kyai A. Bibin
Darudin Bin H. Safi masih banyak alumni yang sudah menjadi ulama besar
ditempatnya bermukim (tempat dimana santri pulang dan mengamalkan ilmu yang
didapatkan dari Pondok Pesantren) yang menyempatkan diri berziaroh ke makam Kyai
A. Bibin Darudin Bin H. Safi dan bersolaturahmi dengan kami” gumam Kyai Abdul
Muhsin (putra pertama Kyai A. Bibin Darudin Bin H. Safi) dengan rasa bangga dan
kagum atas hormatnya para alumni.
Mudah-mudahan dengan semangan AYO MONDOK yang diprogramkan oleh pemerintah menjadi angin segar pada Pondok Pesantren dengan perhatian atas kesejahteraan para santri maupun para pengurusnya.




Komentar
Posting Komentar