Konsep Dasar Pembelajaran PAI

Konsep Dasar Pembelajaran PAI

Kurangnya Guru Pendidikan Agama Islam di Indonesia 




Sudah dari dulu di Indonesia kekurangan guru PAI terutama di Sekolah dasar Negeri apalagi didaerah pelosok. Ketua DPR Bambang Soesatyo merespons persoalan tentang kurangnya guru pendidikan agama Islam (PAI). Merujuk data Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama (Kemenag), saat ini terdapat kekurangan 26 ribu guru PAI .

padahal di sekolah itu sangat penting adanya guru PAI terutama d sekolah dasar, baik negeri maupun swasta, karena jaman sekarang anak-anak minim tentang pengetahuan ilmu agama, selain belajar di pesantren. kita sebagai calon tenaga pendidik PAI menginginkan disekolah itu di perioritaskan dengan pengembangan akhlak dan moral yang baik yang dipelajari khususnya di pelajaran PAI karena harus diutamakan adab terlebih dahulu, sebelum ilmu. karena kebanyakan jaman sekarang banyak orang berilmu tetapi tidak mempunyai adab. contoh banyak orang yang berilmu tetapi tidak mempunyai tatak rama, dan sopan santun yang tidak sesuai syariat agama.

sebelum kita masuk ke  pembahasan lebih jauh tentang  PAI ada kalanya kita mengetahui apa itu konsep dasar pembelajaran PAI

KONSEP PEMBELAJARAN PAI

Ilmu Pengetahuan merupakan sumber untuk memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dengan ilmu pengetahuan akan menjadikan manusia menjadi makhluk yang mulia dan terhormat dibandingkan makhluk lainnya. Sedangkan pemikiran al-Ghazali tentang konsep pendidikan Islam Pertama, faktor-faktor pendidikan pendidikan islam, yakni :

(a) tujuan utama dalam menuntut ilmu adalah untuk memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat, maka yang dijadikan landasan utama dalam bidang pendidikan adalah alQur’an dan Hadis; 

(b) seorang pendidik harus mempunyai niat awal dalam mendidik untuk mendekatkan diri kepada Allah, menjadi tauladan bagi murid-muridnya serta mempunyai kompetensi dalam mengajar; 

(c) anak didik dalam belajar harus mempunyai niat untuk mendekatkan diri kepada Allah, menjauhi maksiat karena ilmu itu suci dan tidak akan diberikan kepada hal yang tidak suci, menghormati guru dan rajin belajar dengan mendalami pelajaran yang telah diberikan gurunya; 

(d) kurikulum sebagai alat pendidikan harus disesuaikan dengan perkembangan anak didik; 

(e) anak didik harus dijauhkan dari pergaulan yang tidak baik, karena lingkungan yang jelek akan mempengaruhi perkembangan anak didik, terutama dilingkungan keluarga, sekolah atau masyarakat. wujud penerapan nilai-nilai pendidikan dalam perspektif al-Ghazali di masa sekarang ditandai dengan munculnya model-model lembaga pendidikan yang mencantumkan nilai-nilai pendidikan Islam dalam kurikulumnya, seperti sholat dhuha, tadarus al-Qur,an dan sholat berjama’ah. 

Konsep Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pembelajaran menurut Oemar Hamalik mendefinisikan pembelajaran sebagai suatu kombinasi yang tersusun, meliputi unsur-unsur manusiawi, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran.Pada hakekatnya pembelajaran terkait dengan bagaimana membelajarkan peserta didik atau bagaimana membuat peserta didik dapat belajar dengan mudah dan terdorong oleh kemampuannya sendiri untuk mempelajari apa yang teraktualisasikan dalam kurikulum sebagai kebutuhan peserta didik.

Adapun pengertian Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar yang dilakukan pendidik dalam rangka mempersiapkan peserta didik untuk menyakini, memahami dan mengamalkan ajaran Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau pelatihan yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 

Oemar Hamalik, Kurikulum Dan Pembelajaran, (Jakarta: Bumi Aksara, 1999), h. 57 49 Muhaimin, Peradigma Pendidikan Islam: Upaya Mengefektifkan PAI di Sekolah, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002), h. 145 50 Ibid., h. 183 44 Zuhairimi mengartikan Pendidikan Agama Islam sebagai asuhan-asuhan secara sistematis dalam membentuk anak didik supaya mereka hidup sesuai dengan ajaran Islam.

Di Indonesia pada saat ini banyak Guru PAI yang memasuki masa pensiun jadi menyebabkan kurangnya tenaga pendidik  PAI.

Kementerian Agama saat ini tengah kekurangan puluhan ribu Guru PAI karena sudah banyak yang pensiun. Kemenag membutuhkan 26  ribu guru PAI baru untuk memenuhi kebutuhan tahun  ini.

Menurut Direktur Pendidikan Agama Islam Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Imam Syafii, kebutuhan ini guna menggantikan ribuan guru yang memasuki masa pensiun. "Di Jawa Timur saja tahun lalu kehilangan 1.000 guru karena pensiun, belum lagi daerah-daerah lain," katanya dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id.

Saat ini Kemenag tengah mengajukan usulan formasi tersebut dan sedang dibahas oleh Komisi VIII DPR RI. Menurut Imam, sampai saat ini jumlah guru agama di Indonesia hanya tinggal 189 ribu dan menangani 37,8 juta siswa di seluruh penjuru negeri. Dengan demikian, rasionya satu guru mengajar 200 siswa.

"Ini sangat kurang," ucap Imam.

Saat ini pihaknya tengah mengembangkan program Guru Modis, yaitu guru agama yang Moderat, Inovatif, dan Inspiratif. Model ini akan dijadikan alat screening agar guru yang direkrut benar-benar memiliki diferensiasi.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Achmad Zayadi menambahkan, dunia pesantren juga membutuhkan sentuhan pemerintah agar dapat menaikkan kualitasnya. "Saat ini ada 5 juta santri di berbagai pesantren di Indonesia. Mereka adalah aset pendidikan nasional yang otentik, bukan alternatif makanya harus diperhatikan," katanya.

Bentuk peningkatan yang dilakukan Kemenag di bidang pendidikan Islam di antaranya dengan membangun pesantren tinggi atau Mahad Aly. Menurut Zayadi, Kemenag telah mewujudkan 29 Mahad Aly di seluruh Indonesia dan jumlah ini terus ditingkatkan sehingga setiap provinsi memiliki satu Mahad Aly. 

Jadi Peranan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Pada Sekolah Dalam  Meningkatkan Moral Peserta Didik SANGAT PENTING.

Pendidikan moral dalam kehidupan manusia mempunyai peranan yang sangat penting. Pendidikan moral dapat membentuk kepribadian seseorang menjadi lebih baik dalam bersikap dan bertingkah laku sesuai aturan yang ada dan pendidikan budi pekerti diakui sebagai kekuatan yang dapat menentukan prestasi dari segi imtaq.

Dengan bantuan pendidikan moral, seseorang dapat memahami dan menginterprestasikan lingkungan yang dihadapi, sehingga ia mampu menciptakan karya yang gemilang dalam hidupnya atau dengan kata lain manusia dapat mencapai suatu peradaban dan kebudayaan yang tinggi.

Peran guru Pendidikan Agama Islam dalam kegiatan proses belajar mengajar menentukan hasil akhir dari peserta didik. Guru Pendidikan Agama Islam tidak hanya dituntut dalam mengajar tetapi harus mampu membina norma moral atau budi pekerti peserta didiknya.

Guru Pendidikan Agama Islam sebagai pendidik merupakan seseorang yang memberikan pelajaran dan menanamkan nilai-nilai moral kepada peserta didiknya agar bisa mengembangkan ilmu pengetahuan yang disesuaikan dengan kaidah-kaidah keislaman.

Sumber : https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/18/07/26/pch62x313-indonesia-kekurangan-guru-pai-ini-saran-ketua-dpr

Sumber : https://republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/18/03/15/p5modc313-indonesia-kekurangan-guru-agama

Sumber    : https://media.neliti.com/media/publications/195150-ID-konsep-pendidikan-agama-islam-perspektif.pdf

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH TERBENTUKNYA DESA SABANDAR

PONDOK PESANTREN DARU ULUMIDDIN